BARU DUA HARI MENJALANI REHABILITASI, PRIA KASUS NARKOTIKA DI MURATARA DIDUGA KABUR

 


MURATARA — Seorang pria yang sebelumnya diamankan dalam perkara narkotika dan menjalani rehabilitasi di Yayasan Karunia Insani, Lubuklinggau, dilaporkan meninggalkan tempat rehabilitasi pada Jumat (7/8/2026).


Informasi yang beredar menyebutkan, pria tersebut baru sekitar dua hari menjalani program rehabilitasi sebelum diduga melarikan diri.


Ia disebut keluar setelah terjadi kerusakan pada pintu salah satu ruangan di fasilitas tersebut.


Namun hingga kini, kronologi lengkap kejadian belum mendapatkan penjelasan resmi dari pihak kepolisian maupun pengelola yayasan.


🔎 SEBELUMNYA DIAMANKAN POLISI


Pria tersebut sebelumnya diamankan oleh jajaran Satresnarkoba Polres Musi Rawas Utara (Muratara) di wilayah Desa Bingin Rupit, tepatnya di sekitar kawasan Simpang PT Dendy Marker Indah Lestari.


Dalam penindakan tersebut, petugas disebut menemukan barang yang diduga merupakan sabu dan pil ekstasi di sepeda motor yang digunakan pria tersebut.


Setelah menjalani proses hukum, ia kemudian disebut berstatus sebagai pengguna dan direkomendasikan untuk menjalani rehabilitasi di IPWL Yayasan Karunia Insani Lubuklinggau.


⚠️ INFORMASI KABUR MASIH MENUNGGU KLARIFIKASI


Kabar mengenai pelarian tersebut beredar melalui pesan WhatsApp.


Dalam informasi yang beredar, disebutkan sempat terjadi keributan di lingkungan yayasan sebelum seorang klien asal Muratara meninggalkan fasilitas rehabilitasi dengan kondisi pintu yang mengalami kerusakan.


Pesan tersebut juga memuat informasi mengenai pihak keluarga dan permintaan agar proses rehabilitasi dilakukan di fasilitas pemerintah.


Namun, informasi tersebut belum terverifikasi secara resmi sehingga belum dapat dipastikan kebenarannya.


📢 POLISI BELUM MEMBERIKAN KETERANGAN


Kasat Resnarkoba Polres Muratara, Iptu Marhan Saputra, disebut telah dihubungi untuk memberikan klarifikasi mengenai kabar tersebut.


Hingga berita ini disusun, belum ada keterangan resmi yang diterima dari pihak kepolisian maupun pengelola Yayasan Karunia Insani terkait kronologi pelarian, keberadaan pria tersebut, maupun langkah pencarian yang dilakukan.


Karena itu, informasi mengenai identitas, status hukum, serta kronologi lengkap kejadian masih perlu menunggu konfirmasi dari pihak berwenang.


Perkembangan kasus ini masih dinantikan, terutama mengenai bagaimana pria tersebut bisa meninggalkan fasilitas rehabilitasi dan apakah sudah berhasil ditemukan oleh pihak terkait.


Post a Comment

Lebih baru Lebih lama